Perempuan
Berkerudung Jingga
Berjalan
kutelusuri setiap sudut setapak
hatiku luruh akan takdir yang menimpaku silih berganti
tak kuasa aku menahan air mata
yang keruh dikotori debu kebencian
hatiku luruh akan takdir yang menimpaku silih berganti
tak kuasa aku menahan air mata
yang keruh dikotori debu kebencian
Hati ini tandu,tak sanggup mengadu
hanya mampu terpaku,terbelenggu
ada apa dengan diriku?
Apa hanya aku yg merintih dipagi sedini ini?
Adakah insan merasakan lukaku?
setumpuk pertanyaan memenuhi fikiranku hingga mata ini terpusat
pada kiasan lampu jalan
Bukan,bukan lampu itu
yang mencuri pandanganku
tapi siapakah dia perempuan kusut
berkerudung jingga
Menunduk ia penuh duka
merintih ia memecah keheningan cakrawala
sekali lagi kubertanya, siapakah ia?
Perempuan kusut berkerudung jingga
Menangis ia mengundang iba dukanya menandingi duka sejuta manusia
perihku tak sebanding dgn
apa yg dipikulnya
barulah aku tersadar hidup bukan untuk ratapi kepedihan
Tapi bertahan
dikerasnya kehidupan
gadis berkerudung jingga
membawa warna dihiasi
dengan air mata kemurnian
gadis berkerudung jingga
membawa warna dihiasi
dengan air mata kemurnian

